Kenapa Keputihan Berwarna Kuning?
Keputihan kuning muda yang tidak berbau dan tidak gatal sering kali masih normal — warnanya berubah karena cairan bercampur udara di celana dalam. Kuning pekat atau kehijauan, apalagi disertai bau amis, gatal, atau perih, biasanya tanda infeksi dan perlu diperiksakan.
Kuning yang masih wajar
Keputihan bening atau putih bisa terlihat kekuningan setelah beberapa jam di celana dalam karena bercampur udara. Warna ini juga lebih sering muncul menjelang dan sesudah haid.
Kuning yang perlu diwaspadai
- Kuning pekat atau kehijauan, berbusa atau menggumpal.
- Bau amis, terutama setelah berhubungan.
- Gatal, perih, atau panas saat buang air kecil.
- Nyeri di perut bawah.
- Muncul setelah berhubungan tanpa pengaman.
Penyebab paling sering
Ketidakseimbangan bakteri (bacterial vaginosis) atau infeksi menular seksual seperti trikomoniasis, gonore, dan klamidia. Tiga yang terakhir tidak sembuh sendiri dan pasangannya juga perlu diobati. Penyebab tidak bisa dipastikan dari warna saja.
Yang sebaiknya tidak dilakukan
- Douching.
- Sabun beraroma kuat atau tisu basah parfum.
- Membeli antibiotik sendiri.
- Menunda berbulan-bulan — infeksi yang dibiarkan bisa naik ke rahim.
Sumber & peninjauan
Disusun dari pedoman kesehatan publik yang tersedia untuk umum: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (kemkes.go.id), World Health Organization (who.int), dan National Health Service Inggris (nhs.uk). Terakhir diperbarui: September 2026.
Tulisan ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan berlisensi. Kami menuliskannya apa adanya, dan akan mencantumkan nama serta lisensi peninjau begitu peninjauan itu benar-benar dilakukan. Isi halaman ini bersifat informasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan dokter atau bidan.
Kuning tapi tidak gatal, bahaya?
Kalau tidak berbau dan jumlahnya seperti biasa, umumnya masih normal. Perhatikan beberapa hari.
Tanda hamil?
Bukan. Saat hamil keputihan bertambah tetapi warnanya tetap bening atau putih susu.