Penyebab Keputihan: dari yang Normal sampai yang Perlu Diobati
Sebagian besar keputihan disebabkan siklus hormon dan bukan penyakit. Keputihan yang perlu diobati biasanya punya tanda tambahan: bau amis, warna kehijauan atau abu-abu, gatal hebat, atau nyeri.
Penyebab yang normal
- Siklus haid — cairan bertambah menjelang masa subur.
- Kehamilan — hormon membuat produksi cairan naik.
- Rangsangan seksual.
- Pemakaian pil KB.
Penyebab yang perlu ditangani
- Ketidakseimbangan bakteri (bacterial vaginosis) — khas abu-abu dan berbau amis.
- Infeksi jamur — putih menggumpal seperti keju, sangat gatal.
- Trikomoniasis — kuning kehijauan, berbusa, kadang perih.
- Klamidia atau gonore — bisa tanpa gejala jelas, kadang disertai nyeri panggul.
Pemicu yang sering terlewat
- Douching.
- Sabun beraroma kuat.
- Celana ketat dan lembap seharian.
- Antibiotik — bisa membuat jamur tumbuh berlebih.
Sumber & peninjauan
Disusun dari pedoman kesehatan publik yang tersedia untuk umum: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (kemkes.go.id), World Health Organization (who.int), dan National Health Service Inggris (nhs.uk). Terakhir diperbarui: September 2026.
Tulisan ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan berlisensi. Kami menuliskannya apa adanya, dan akan mencantumkan nama serta lisensi peninjau begitu peninjauan itu benar-benar dilakukan. Isi halaman ini bersifat informasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan dokter atau bidan.
Keputihan karena stres bisa terjadi?
Stres memengaruhi hormon dan daya tahan tubuh, jadi bisa ikut memicu perubahan keputihan, tetapi jarang jadi penyebab tunggal.
Bisa sembuh sendiri?
Yang penyebabnya hormon biasanya ya. Yang penyebabnya infeksi tidak — perlu obat sesuai penyebabnya.